Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2020

Sesederhana itu...

 Inilah aku yang saat ini masih menantimu, menanti dirimu untuk mengakatan kebenaran dalam hatimu, agar aku bisa memutuskan setelah mengetahui kebenaran itu, apapun jawabannya aku terima keputusanmu, pergi atau menetap, hai... santai... aku takkan lenyap, pertemanan kita masih menetap, bukan sekedar hinggap.     Sebenarnya tak rumit,     namun kitanya aja yang memperumit,     dan juga masing-masing dari kita mempertahankan ego,     hanyut dalam pikiran masing-masing,     tanpa sepengetahuan satu sama lain. Pikiran tertutup rapat, karena gengsi hingga tak terungkap. Hati lelah lalu membuatmu gelisah. Saat hal itu terjadi salah satu diantara kita, yakinlah akhirnya akan sekedar singgah, lebih parahnya jika keduanya, mungkin hanya angin lalu.     Aku menetap karena aku percaya,      pada  hatiku,      pada hatimu,      pada Tuhan yang lebih mengetahui akhirnya.    ...