Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Saat itu...

 Aku pernah, berada dititik yang paling rendah, dimana saat itu aku merindukanmu, namun aku tak mampu bertemu. Saat aku begitu benar-benar menyimpan rasa, yang sayangnya itu hanya aku... Aku tak ingin bertanya, "Bagaimana perasaanmu terhadapku?" Sebelum pertanyaan itu terjawab, dipikiranku, "itu bukan aku" "Bukan untukku" Mungkin bagimu, aku layaknya bintang, satu dari sekian banyak, bukan satu-satunya...

Sesederhana itu...

 Inilah aku yang saat ini masih menantimu, menanti dirimu untuk mengakatan kebenaran dalam hatimu, agar aku bisa memutuskan setelah mengetahui kebenaran itu, apapun jawabannya aku terima keputusanmu, pergi atau menetap, hai... santai... aku takkan lenyap, pertemanan kita masih menetap, bukan sekedar hinggap.     Sebenarnya tak rumit,     namun kitanya aja yang memperumit,     dan juga masing-masing dari kita mempertahankan ego,     hanyut dalam pikiran masing-masing,     tanpa sepengetahuan satu sama lain. Pikiran tertutup rapat, karena gengsi hingga tak terungkap. Hati lelah lalu membuatmu gelisah. Saat hal itu terjadi salah satu diantara kita, yakinlah akhirnya akan sekedar singgah, lebih parahnya jika keduanya, mungkin hanya angin lalu.     Aku menetap karena aku percaya,      pada  hatiku,      pada hatimu,      pada Tuhan yang lebih mengetahui akhirnya.    ...

Ujung Rasa

Awan hitam dalam gelap malam, angin bertiup kencang berbisik tak tersampaikan, ku tutup mataku perlahan, mendengarkan irama hujan, berharap menemukan jawaban, terkadang, ada beberapa pertanyaan, yang tak bisa dijawab dengan mencari, membutuhkan ketenangan, dan keheningan.      Namun pertanyaanku, tak ada jawabannya,      pernah ku cari, jawabannya mungkin,      dalam ketenangan, yang ada hanya bayangan,      ku tanyakan padamu, jawabannya carilah. Bertahan, adanya menambah pertanyaan, bahkan semakin menyakitkan, namun tak ada yang disalahkan.      Kini aku lelah,      aku tak berharap sesuatu yang istimewa,      cukup dirimu yang memberikan warna,      pada kertas putih yang terdapat sketsa. Dipenghujung rasaku ini, aku ingin berkata, bahwa rasa tak harus sama, tak ada yang salah mencintai dalam angan, mencintai itu fitrah, dicintai itu anugrah, menc...