Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2024
Apa yang kau harapkan? Apa yang kau cari? Kau selalu saja merasa sesuatu yang ia lakukan untukmu, Kau mencari tahu makna lagu story instagramnya, Mengartikan caption postingan dia apakah tertuju untukmu, Ia menulis sajak cinta lalu kau terbuai dalam aksaranya, Merasa dan selalu merasa dunia ini berpusat padamu. Hai… Dia saja membalas singkat pesanmu, Setiap kali kau kirim pesan, Ingin segera dia mengakhirinya. Kode-kode yang kau sampaikan lewat story, Hanya ia lalui begitu saja, Seolah itu bukan hal besar. Hai… Bisa saja sajak-sajak itu sudah bertuan, Dan itu bukan kamu orangnya. Jika memang kamu orangnya, Dia akan selalu cari cara untuk mencuri waktumu. Ingat! Jangan merasa dunia ini berpusat padamu
Berjumpa lagi pada musim yang sama, Bulan yang sama, Masih saja menantinya? Lautpun mulai bosan dengan ceritamu tentangnya,  Dentuman ombak meredam bising rindumu padanya, Hembusan angin tak ingin menyampaikan pesanmu padanya.
Akan ada dimana, Aku menyukai seseorang, Yang tidak pernah sedikitpun terbesit akan menaruh hati padanya. Dia tidak datang secara tiba-tiba, hanya saja dia tidak ada dalam rencanaku sebelumnya. Tanpa sengaja aku jatuh cinta padanya, Tanpa sengaja aku mulai menanti, Aku menantikan percakapan sepulang kerja, Aku menantikan obrolan ringan sesekali tertawa, Aku menantikan kalimat penenangnya, Sesekali aku dan dia mendengarkan lagu yang sama, Mungkin banyak hal yang sama antara aku dan dia, Jadi tidak terlalu sulit untuk sekedar bercengkrama. Mulailah, aku merasa seolah menjadi rumah, Dan aku pun merasa aman berada di dekatnya. Semakin besar rasa itu, Semakin besar juga ketakutanku, Ketakutan dari kata “pergi”. Aku pun menyadari, Dia hanya satu di dunia ini, Tidak ada versi dia yang lain. Aku hanya takut dia pergi. Itu aja.
Terkadang seseorang memilih pergi, Bukan karena perasaannya sudah hilang, Tapi karena khawatir rasa itu semakin besar, Dan puncak ketakutan terbesarnya adalah, Semakin dekat, semakin besar ketakutan merasakan kehilangan (lagi). Terlalu letih untuk mengulang alur yang sama berulang kali.