Postingan

Menampilkan postingan dari 2021

Ungkapanku Untuk Dirimu

26-10-2021 ||Path Kita menghadap kiblat yang sama, Kita menatap langit yang sama, Dalam penantian rindu, Kita saling mendo'akan. Walau tak tau engkau ada dimana, Wajahmu tak dapat terlukiskan, Pun ragamu tak dikenali iris mata, Namun aku percaya sujudku dan sujudmu akan bertemu di aamiin yang sama. Jika benar... Hanya ada 2 pria ini yang tak mampu menyakiti wanita, yaitu Rasulullah dan Ayah, Maka ku beri kesempatan padamu untuk menjadi pria ketiga. ~Padamu yang tak tau siapa, dibelahan mana engkau berada♡

00:00

Pada tengah malam ini, Grimis turun membasahi bumi, Suara tetesan air turun berirama, Angin begitu dingin semakin mendekap tubuhku, Selimut ku tarik hingga tubuhku tak terlihat, Udara yang ku hirup semakin pengap, Namun, mampu mengusir rasa dingin. Ku pejamkan mata, Ku hentikan semua aktifitas ragaku kecuali telinga, Suara tetesan hujan begitu menenangkan. Dalam keheningan aku semakin paham, Tak semua yang ku harapkan akan terpenuhi, Terkadang ada hal yang diluar kendali, Baik ataupun buruk tetap harus kujalani, Bagaimanapun sekenario Tuhan tak dapat diprediksi.

Hoshi no hikari

Sesungguhnya aku tak ingin berharap, Pikiranku ini lelah untuk menerka, Hatiku lebih letih tarik ulur, Tapi, Aku paling bodoh prihal menutupi rasa, Lagi-lagi aku berharap, Kepadamu yang terlalu tidak mungkin. Melirikmu dari kejauhan, Menunduk tak berani menatap, Adalah caraku selangkah lebih dekat, Mendekatimu tapi tak terlihat. Tak ku ungkap dan tak kan terucap, Menulismu disecarik kertas, Mengikuti langkahmu dari kejauhan, Menatapmu dalam diam, Rasanya lebih menarik.

Only

Dimalam yang dingin ini, sedang turun hujan, aku meringkuk kedinginan, dan aku hanya bisa memanggilmu, kau pun datang memelukku, menceritakan kisah klasik menyayat hati, diakhir cerita, mengatakan bahwa, "tidak semua kisah cinta di dunia ini, berkisah indah seperti yang kamu bayangkan, akan ada waktu dimana aku pergi meninggalkanmu atau kau pergi meninggalkanku... rasa kehilangan, kehampaan datang saat pergi, seolah aku berada diruangan kosong dan gelap, namun, karena kamu pernah hadir didalam hidupku ini, ruangan kosong nan gelap itu terasa hangat." Aku memelukmu erat, dari perkatan itu, begitu sakit, seolah aku merasakan, rasa kehilangan tak bisa bertemu lagi, kau pergi yang tak mampu ku gapai dengan kuasaku. Aku takut kehangatan ini hilang, aku takut tak bisa memanggilmu lagi seperti saat ini. Kamu seringkali menceritakan kisah haru, agar dari kisah itu aku tau, arti pentingnya menghargai waktu, agar aku ingat diri ini tidaklah abadi. Terinspirasi dari lagu : LeeHi-Only

Lampau Yang Tak Lumpu

Aku hanya bisa melepasmu, mengikhlaskanmu dengan penuh ketegaran dalam hati. Kusimpan kenangan indah ini, sembari mendekap rindu yang telah lama membeku. Sakit? Pasti... Namun, hanya itu yang bisa aku lakukan. Semoga ini menjadi pilihan yang tepat, untukmu dan juga untukku. Aku bisa saja bertahan terbelenggu dalam perasaan ini, bukankah terkesan memaksa dan terasa sakit sendiri? Bukan berarti aku begitu mudahnya berpindah ke lain hati, hanya saja, aku menyimpan dan menahannya tak terungkap, agar rasa ini tetap murni menjadi cerita yang pantas diceritakan. Perlahan aku melepasmu, tersenyum setiap kali mengingatmu, menceritakan kisah ini dengan bangga, bahwa aku pernah hadir dalam hidupmu, hingga aku terjatuh didalamnya. Sudah bertahun lamanya, hingga kini aku masih mengenangnya dengan senyuman, menuliskan kisah tentangmu dalam sajakku, menceritakan dengan bangga, bahwa aku telah melewati kisah itu.

Angin Malam

Ku terdiam sejenak dan memejamkan mata, ku rasakan angin malam yang kini mendekapku, begitu dingin, tapi ada ketenangan didalamnya, begitu nyaman, hingga tak ingin berlalu begitu saja... Ku sebut namamu perlahan, seolah angin malam yang dingin ini menyampaikan maksud hatiku. Akankah sampai padamu? Bolehkah kali ini aku mengenangmu? Aku masih saja begitu payah prihal menutupi rasa, sudah rindu yang paling dalam, lalu rindu yang paling lancang Biar ku nikmati malam ini, sembari mendekap rindu yang kian membeku, untukmu...

Ungkapanku Untuk Masa Depan

Kepada Sang Pemilik Hati, Telah ku tautkan hati ini pada lelaki halalku, Dengan niat menyempurnakan ibadah kami, Kepada lelaki halalku, Telah ku serahkan hidupku padamu, Dengan tujuan membimbing kami dijalan-Nya Kepada diriku yang telah menjadi milikmu, Telah ku miliki tempat  untuk berpulang, Dengan tujuan menjadi tempat menetap diantara semua tempat. Kepada suamiku kelak, Karenamu aku berhenti mencari, Kata terima kasih tiada henti ku ucapkan.

Prasangka

Terhadap fajar, Akankah mentari kembali datang? Atau hanya terjebak dalam skema perubahan warna saja. Terus saja meyakini bahwa mentari akan datang. Benar adanya mentari datang, N amun kedatangannya teruntuk semua, Bukan hanya satu semata.     Terhadap kau yang terus berprasangka,     Terhadap kau yang terlalu percaya,     Terhadap kau yang terus mengandai,     Terus terang, cahaya mentari bukanlah kepemilikan seorang semata.

Musim semi

Dari penghujung rasa yang tak lagi sama seperti sedia kala, begitu hening, namun aku rindu, kupu-kupu tak tau lagi hinggap dimana, musim semi belum juga hadir kenyataannya, jikalau musim semi pun datang, akan banyak bunga indah bermekaran, yang sayangnya aku hanya sekedar ilalang, hadir tak elok tuk dipandang. Apakah aku terlalu banyak berharap, menjadi tokoh utama dalam cerita romansa, apakah aku terlalu banyak berharap, menjadi terelok diantara bunga lainnya. Hanya ayang yang masih tergenggam, hanya harap yang terus melekat, hanya rindu yang semakin mendekap, hanya ilalang tak menarik di musim semi.