Lampau Yang Tak Lumpu

Aku hanya bisa melepasmu,
mengikhlaskanmu dengan penuh ketegaran dalam hati.
Kusimpan kenangan indah ini,
sembari mendekap rindu yang telah lama membeku.
Sakit?
Pasti...
Namun, hanya itu yang bisa aku lakukan.
Semoga ini menjadi pilihan yang tepat,
untukmu dan juga untukku.

Aku bisa saja bertahan terbelenggu dalam perasaan ini,
bukankah terkesan memaksa dan terasa sakit sendiri?
Bukan berarti aku begitu mudahnya berpindah ke lain hati,
hanya saja, aku menyimpan dan menahannya tak terungkap,
agar rasa ini tetap murni menjadi cerita yang pantas diceritakan.

Perlahan aku melepasmu, tersenyum setiap kali mengingatmu,
menceritakan kisah ini dengan bangga,
bahwa aku pernah hadir dalam hidupmu,
hingga aku terjatuh didalamnya.

Sudah bertahun lamanya,
hingga kini aku masih mengenangnya dengan senyuman,
menuliskan kisah tentangmu dalam sajakku,
menceritakan dengan bangga,
bahwa aku telah melewati kisah itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudut Perpustakaan

Wishlist Buku Favoritku

Resep Segelas Caramel Macchiato