Angin Malam
Ku terdiam sejenak dan memejamkan mata,
ku rasakan angin malam yang kini mendekapku,
begitu dingin, tapi ada ketenangan didalamnya,
begitu nyaman, hingga tak ingin berlalu begitu saja...
Ku sebut namamu perlahan,
seolah angin malam yang dingin ini menyampaikan maksud hatiku.
Akankah sampai padamu?
Bolehkah kali ini aku mengenangmu?
Aku masih saja begitu payah prihal menutupi rasa,
sudah rindu yang paling dalam,
lalu rindu yang paling lancang
Biar ku nikmati malam ini,
sembari mendekap rindu yang kian membeku,
untukmu...
Komentar
Posting Komentar