Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2021

Lampau Yang Tak Lumpu

Aku hanya bisa melepasmu, mengikhlaskanmu dengan penuh ketegaran dalam hati. Kusimpan kenangan indah ini, sembari mendekap rindu yang telah lama membeku. Sakit? Pasti... Namun, hanya itu yang bisa aku lakukan. Semoga ini menjadi pilihan yang tepat, untukmu dan juga untukku. Aku bisa saja bertahan terbelenggu dalam perasaan ini, bukankah terkesan memaksa dan terasa sakit sendiri? Bukan berarti aku begitu mudahnya berpindah ke lain hati, hanya saja, aku menyimpan dan menahannya tak terungkap, agar rasa ini tetap murni menjadi cerita yang pantas diceritakan. Perlahan aku melepasmu, tersenyum setiap kali mengingatmu, menceritakan kisah ini dengan bangga, bahwa aku pernah hadir dalam hidupmu, hingga aku terjatuh didalamnya. Sudah bertahun lamanya, hingga kini aku masih mengenangnya dengan senyuman, menuliskan kisah tentangmu dalam sajakku, menceritakan dengan bangga, bahwa aku telah melewati kisah itu.

Angin Malam

Ku terdiam sejenak dan memejamkan mata, ku rasakan angin malam yang kini mendekapku, begitu dingin, tapi ada ketenangan didalamnya, begitu nyaman, hingga tak ingin berlalu begitu saja... Ku sebut namamu perlahan, seolah angin malam yang dingin ini menyampaikan maksud hatiku. Akankah sampai padamu? Bolehkah kali ini aku mengenangmu? Aku masih saja begitu payah prihal menutupi rasa, sudah rindu yang paling dalam, lalu rindu yang paling lancang Biar ku nikmati malam ini, sembari mendekap rindu yang kian membeku, untukmu...