Si Anak Cahaya
Akan aku ceritakan, entah kamu paham atau tidak dengan cerita ini.
Ada anak kecil duduk ditengah kegelapan, Ia meringkuk kedinginan, tak ada cahaya sedikitpun. Ia berdo'a namun belum dikabulkan. Karena itu, ia berpikir "Apakah keinginanku terlalu besar? Jika iya, maka akan aku sederhanakan."
Suatu ketika, ada satu cahaya dari kejauhan, ia tersenyum dan lari mengejar cahaya itu, namun yang dikejar semakin menjauh, ia lelah, dan duduk kembali.
Tak lama datang cahaya lagi, ia melakukan hal yang sama. Lari namun terasa semakin jauh.
Datang lagi cahaya, ia melakukan hal yang sama, kejadian itu terulang lagi.
Hingga banyak cahaya dari kejauhan, namun ia rasa cahaya itu sama.
Sehingga dia menyederhanakan do'a.
Datanglah cahaya dengan warna yang berbeda, yang biasanya warna putih, ini agak menguning. Ia pikir, cahaya ini berbeda dari yang lain.
Ia berlari, cahaya itu tidak menjauh. Setelah sampai kosong dan redup. Ia bertanya "Apa maksudnya? Kenapa?"
Ia lebih baik kembali ke tempat semula.
Kali ini, ia tak pernah meminta lagi dan tak ingin berharap pada cahaya itu, namun anehnya ia tak pernah berhenti berharap pada pemberi cahaya itu.
Lama dalam keheningan....
Hujan datang... Semakin terasa dingin...
Dulu, ia bisa menanti, namun sekarang tidak lagi.
Saat pemikiran itu ia pikirkan dan mulai melangkah pergi ditengah dinginnya hujan. Lagi-lagi pemberi cahaya memberikan suatu hal tanpa duga, yaitu payung tumpangan, anggap saja begitu.
Lalu ia berpikir "Apa mungkin aku harus menanti lebih sabar lagi? Apa mungkin aku belajar lebih sabar lagi?"
Akhirnya ia kembali. Lagi-lagi ia berharap kepada pemberi cahaya,namun ia tetap saja tidak berani meminta. Ia belajar sabar dari kejadian sebelumnya.
Suatu ketika dari kejauhan, ada satu cahaya, sama seperti cahaya lainnya, namun bedanya cahaya yang ini begitu hangat dan anehnya cahaya itulah yang mendekat.
Kehangatan itu terasa tenang. Dalam ketenangan itu muncul rasa takut dan khawatir. Maka ia tidak terlalu senang berlebihan, namun ia bersyukur.
Tetap saja, ia berpikir "Kehangatan itu apakah ujian? Atau sebagai petunjuk keluar? Apa maksud dari pemberi cahaya?"
Komentar
Posting Komentar