Wanita Halalmu

Teruntuk seseorang yang pernah menjadi sajakku.

Hai pelengkap sajakku,
Karenamu aku memasuki dunia sastra,
Dulu ketika aku masih menyimpan rasa,
Yang hanya kusampaikan lewat aksara,
Dan aku percaya sajakku tak akan terbaca.

Karenamu aku memiliki rasa,
Seperti kisah anak remaja,
Sayangnya aku lebih menikmati pertemanan kita,
Dan aku pikir rasa itu akan segera sirna.

Karenamu aku terjatuh terlalu lama,
Aku mencoba bersikap seolah biasa saja,
Tapi tidak bisa,
Aku masih tetap salting brutal ketika ada teman menggodaku.

Karenamu aku belajar bagaimana sikapku terhadap rasa yang aku miliki.
Bahkan diulangpun aku akan memilih pilihan yang sama,
Kalaupun kamu ada rasa yang sama,
Itu tetap menjadi pilihanku yang tidak akan pernah aku sesali.

Teruntuk hari bahagiamu besok,
Aku turut berbahagia,
Akhirnya kamu menemukan wanita halalmu,
Yang sayangnya harusnya aku dulu,
Tetapi ternyata kamu mendahuluiku,
Padahal aku ingin datang ke pernikahanmu,
dengan gandengan halalku.

Teruntuk wanita halalmu,
Salam sejahtera sehat selalu,
Selamat atas hari bahagiamu,
Santai saja telah lama dia bukan lagi sejakku,
Semoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warahmah.

Terimakasih untukmu yang membuat masa remajaku memiliki seperti cerita kisah kasih di sekolah pada umumnya.
Kisah ini dimulai tahun 2013, berakhir 2019, dilengkapi dengan epilog pada tahun 2024.

The End,

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudut Perpustakaan

Wishlist Buku Favoritku

Resep Segelas Caramel Macchiato