Seni Rasa Percaya dan Rasa Sakit
Setahun yang lalu(kurang 2 bulan), meme pernah bertanya padaku. "Pin, kamu nggak khawatir dia deket cewek d sana? Bisa jadi di sana dia deket cewek juga." Aku diam sejenak. Mengatur posisi. Lalu... "Perasaanku mengatakan, dia tidak seperti itu. Bagaimana dia di sana adalah tanggung jawab dia, bukan aku. Kalau pun iya, aku yakin Allah akan menunjukkan itu padaku, karena aku pernah mengalaminya. Aku percaya." Ketika melihat lagi ke belakang, Aku belajar dari kamu. Bahwa, rasa percaya itu tidak serta merta datang begitu saja. Tidak bisa dipaksakan. Awalnya, aku memberikan kepercayaan itu, aku mencoba percaya, karena bagaimana kamu ke aku; cara kamu menjaga kepercayaanku, cara kamu memupuk rasa percaya itu, cara kamu memperlakukanku, cara kamu selalu memberikan ruang aman bagiku. Rasa percaya itu semakin besar. Tanpa paksaan. Tanpa tuntutan. Tanpa aku memaksa diriku untuk percaya. Seiring berjalannya waktu, semakin aku mengenalmu, bagaimana kamu yang jujur ke aku, rasa ...