Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2026

Seni Rasa Percaya dan Rasa Sakit

Setahun yang lalu(kurang 2 bulan), meme pernah bertanya padaku. "Pin, kamu nggak khawatir dia deket cewek d sana? Bisa jadi di sana dia deket cewek juga." Aku diam sejenak. Mengatur posisi. Lalu... "Perasaanku mengatakan, dia tidak seperti itu. Bagaimana dia di sana adalah tanggung jawab dia, bukan aku. Kalau pun iya, aku yakin Allah akan menunjukkan itu padaku, karena aku pernah mengalaminya. Aku percaya." Ketika melihat lagi ke belakang, Aku belajar dari kamu. Bahwa, rasa percaya itu tidak serta merta datang begitu saja. Tidak bisa dipaksakan. Awalnya, aku memberikan kepercayaan itu, aku mencoba percaya, karena bagaimana kamu ke aku; cara kamu menjaga kepercayaanku, cara kamu memupuk rasa percaya itu, cara kamu memperlakukanku, cara kamu selalu memberikan ruang aman bagiku. Rasa percaya itu semakin besar. Tanpa paksaan. Tanpa tuntutan. Tanpa aku memaksa diriku untuk percaya. Seiring berjalannya waktu, semakin aku mengenalmu, bagaimana kamu yang jujur ke aku, rasa ...

Dearest Darling, My Universe

Hello, my dearest... Today, we haven't met yet.   At 25 years old, I want to greet you...   Someday, when you can read,   Someday, when I'm older,   Someday, if I talk too much because I'm too worried about you.   I want you to know that I'm waiting for you.   I'm looking forward to your arrival. I hope that when you come into my life, I won't just be your mother, but also your friend.   I want to comb your hair, take you out to play, drink coffee while you drink tea. We'll cook together, make a mess of the house, then clean it up together. Sometimes we'll fight. Sometimes we'll get annoyed with each other. But I'll apologize and persuade you, and we'll laugh again.   Just like friends.   And you'll be my second best friend after your father (of course, your father is the first). I am learning to be a good mother to you, I love you, you are my world. Your father is my universe. And I hope your univ...

Wishlist Buku Favoritku

Aku, tentu memiliki wishlist buku yang ingin aku beli. Tapi kali ini, wishlistnya bukan buku, tapi satu kata yang jadinya banyak kayak wishlist bukuku. Satu kata, tapi jadi wishlist. Pakai "wishlist", daftar keinginan satu kata ini yang ingin aku sampaikan suatu saat nanti. Tentunya lewat tulisan, biar lebih detail dan banyak. Wah.., aku bingung dari yang mana dulu. 1. Terima kasih. Terima kasih sudah memberikan ruang bagiku untuk berekspresi dalam tulisan. Terkadang, ada pemikiran yang belum tentu benar, ada suatu emosi yang bocor, ada pembahasan yang sampai kemana-mana, ada sebuah ide yang belum tentu sesuai jika diterapkan. Aku bisa menjelajah emosiku, apa yang terjadi. Seolah seperti benang kusut, udel-udelan dan ketika nulis, mulai lurus perlahan. Dari email itu sebagai wadah aku, pada akhirnya aku tahu: ketika ada masalah, ketika pikiranku kusut, aku hanya perlu menulisnya di tempat yang tepat (tentunya tidak ditempat umum). Kau tahu? aku punya buku diary, namanya Usagi...

Resep Segelas Caramel Macchiato

Hai...  Ada suatu yang ingin aku katakan, tapi untuk kondisi saat ini, belum bisa aku katakan. Karena, aku akan malu. Juga, belum saatnya. Suatu saat nanti, jika Tuhan mengijinkan tulisan ini sampai padamu. *belum aja ditulis, air mataku nggak tahan untuk ikutan nulis ini. *aku nulis di sini, orang nggak bakal tahu kan ya, kalau nggak aku kasih linknya. Aku malah khawatir jika di wadah tulisan sebelah (Medium, si tokoh tau). Juga, aku ngga tahu tulisanku, akan seterbuka apa. Aku hanya ingin mengungkapkan semuanya. Mengungkapkan yang belum bisa aku ungkapkan. Aku ingin meninggalkan jejak untuk diriku 5 tahun yang akan datang. Penulis, inilah kisah indah yang ingin penulis abadikan, kisah sederhana dengan seorang yang paling berpengaruh dalam hidup penulis. Menulis itu, bebas, menjadi diri sendiri, merdeka, jujur dan apa adanya, Penulis merasakan hal yang sama ketika dengannya. Justru, dari dia, penulis mengenal kosa kata baru dan makna frasa yang dulunya tidak penulis mengerti. Saja...