Percakapan Antara Permen dan Stop Kontak

 Pada akhirnya aku menyapanya,

Terjadi begitu saja,

Melalui stop kontak yang ia bawa,

Aku membalasnya dengan permen dua warna.


Kini aku maish menatapnya,

Dia menggunakan kaca mata,

Menandakan ia fokus dengan kerjaannya.


Sungguh aku tidak ingin mengganggu,

Hanya memberinya permen kopiko satu per satu,

Sesekali aku menatap keduanya,

Entah orangnya ataupun kerjaannya,

Aku hanya ingin berkata,

Bahwa kini aku bisa menulis di sampingnya.


Ketika ia duduk di kursi favoritku,

dan aku duduk di sampingnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudut Perpustakaan

Wishlist Buku Favoritku

Resep Segelas Caramel Macchiato