Perjalanan Belajar Menuju Kematian

Aku menunggu kopi favoritku. Menunggu giliranku dipanggil. Duduklah aku, menatap jalan Taman Siswa Banaran.Aku merenung... Aku merenungkan kembali diriku.

Terkadang, aku merasa tahu suatu hal,
Terkadang, aku melakukan sesuatu berulang kali dan merasa bahwa aku bisa.
Aku belajar, entahlah aku merasa mendapatkan ilmu baru, tapi disisi lain membuatku kosong. Kosongnya dalam artian ternyata banyak hal yang tidak aku ketahui, sangat banyak.
Semakin terisi, disisi lain semakin sadar bahwa gelasku masih banyak yang kosong.
Aneh bukan? Bukannya semakin diisi otak serasa ada isinya?

Aku membeli buku, aku tumpuk buku itu. Buku-buku itu seolah berkata "Hai, masih tak terhitung buku yang belum kau baca. Masih banyak ilmu dari Allah yang belum kamu pelajari. Ini belum ada apa-apanya."

Pun ketika bertemu dengan jurnal, rasanya menarik sekali. Dari satu bagian tubuh, hidung misal, bisa mempelajari anatomi hidung, penyakit, dampak psikologi dari aroma, dampak aroma makanan bunga atau apapun di muka bumi mampengaruhi emosi, merembet ke parfum dengan berbagai notes. Mungkin satu aroma bisa memiliki jenis yang berbeda. Luar biasa sekali. Kenapa semua di dunia ini sangatlah menarik untuk dipelajari?

Iya, benar.... Aku belum tahu apa-apa, belum ada secuil dari ilmu yang Allah turunkan. Rasanya pun, aku ingin membelah diri untuk mempelajari dari berbagai bidang. Diberi umur 1.000 tahun dalam kondisi sehat mungkin baru 1/4 ilmu di muka bumi ini. Usia manusia hanya kisaran 60, usiaku 25. Pun jikalau aku sampai usia 60, jika tidak... Aku tidak ingin menyesal, ketika masih hidup tidak belajar, tidur berjam-jam, membuang waktu, menyia-nyiakan setiap detak jantungku, hembusan napasku.

Aku memang belum sesempurna itu dalam memanfaatkan hari-hariku. Aku hanya memohon bimbingan dari-Mu, bimbinglah aku dalam setiap napas kehidupanku.

Bimbinglah aku, dalam kegiatan yang Engkau ridhoi, yang mana itu semakin mendekatkan kepada-Mu, meski tidak terlihat seperti ahli agama yang khusyuknya luar biasa. Aku hanya manusia biasa, tapi aku tetaplah hamba-Mu, maka aku juga berhak meminta bimbingan dari-Mu. Aku ingin hari-hariku seperti di Secrets of Divine Love, hal kecil, hal sederhana yang mana itu justru terasa semakin dekat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudut Perpustakaan

Wishlist Buku Favoritku

Resep Segelas Caramel Macchiato