Sabar dan Belajar
Apakah semua ilmu yang ada di bumi ini milik Allah?
Tentu, tentu saja Fina.
Di dalam Al-Qur'an, aku sering kali menemukan kata "sabar". Dalam sejarah nabi, teladan salah satunya Rasulullah. Beliau dicaci, dimusuhi, dihina, banyak orang yang membenci dan bersikap buruk kepadanya. Apa yang dilakukan beliau? Sabar.
Banyak kisah-kisah para nabi, yang memberikan teladan bagi umatnya untuk bersabar.
Aku, makhluk ciptaan Allah. Manusia biasa. Sangat-sangat biasa.
Ketika membaca firman dari-Nya mengenai sabar. Aku tidak mengerti bagaimana cara bersabar. Ilmuku masih terbatas untuk memahami dan mengamalkan firman dari-Nya.
Lantas, apakah aku membiarkan diriku. Lantas, jika aku belum paham dan belum bisa mengamalkan. Apakah aku berhenti disitu, memaklumi diriku dan melabeli diriku bahwa "inilah aku. Memang aku belum sesabar itu (tanpa usaha)."
Lantas, ketika aku belum memahami ayat Al-Qur'an mengenai sabar, keutamaan sabar dalam suatu kitab dan aku belum ada di kadar memahami kitab dalam kalam-Nya. Lantas aku bilang bahwa aku bodoh, ya memang ini aku.
Tidak.
Ilmu Allah, bukan sebatas itu. Aku yakin, konsepnya seperti rezeki yang di turunkan Allah di muka bumi. Apabila kita berusaha untuk mencarinya, insyaallah Allah memberikan jalan. Aku sangat teramat yakin, apabila manusia menuntut ilmu dalam kebaikan, mencari ridho-Nya, menuntut ilmu untuk memahami kasih dari-Nya, mengagumi ciptaan-Nya. Allah akan memberikan jalan, kemudahan dan rahmat. Aamiin...
"Bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya, dan sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan, kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna."
Memang benar adanya, kita mencoba berbagai cara untuk bersabar. Meski sesekali gagal, kita coba lagi dan lagi. Mencari celah cara untuk bersabar dai berbagai macam kondisi atau atas kejadian selama kita hidup.
Dengan ilmu, adanya ilmu dari-Nya, memudahkan kita dan sebagai jembatan atas apa yang ingin kita tuju.
Ini yang aku temukan dalam buku The Power of Patience karya M. J. Ryan.
Dalam buku itu, 251 halaman membahas tentang sabar disertai dengan berbagai macam cara. Dari sini aku tahu, ternyata ada banyak cara, ternyata ada step by stepnya, ternyata kita bisa tahu bagamana atau dalam kondisi apa ketidaksabaran itu datang. Sehebat itu jika manusia mau bersabar, setenang itu.
Beberapa, sudah aku terapkan dalam hidupku sebelum baca buku itu.
Lebih banyak dalam buku itu, aku baru tahu.
Sisanya, tinggal mencoba mengamalkan satu per satu, sesuai kondisi (nggak saklek, monoton harus plek ketiplek).
Itulah, "Tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat".
Apakah menuntut ilmu itu wajib dalam islam?
Jika iya, luar biasanya islam mengajarkan tentang itu. Allah menginginkan, ciptaan-Nya berilmu untuk menaikkan kualitas hidup dunia dan akhirat. Melalui ilmu, hati manusia mudah diketuk, pemikirannya mudah menerima, dan ketika ditegur oleh-Nya orang berilmu akan menunduk.
Semoga, kita termasuk golongan orang-orang berilmu yang Allah ridhoi, yang mana keberadaan ilmu itu semakin mendekatkan kepada-Nya.
"Dan mereka tidak mempunyai ilmu tentang itu. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti dugaan dan sesungguhnya dugaan itu tidak berfaedah sedikitpun terhadap kebenaran."
"Itulah kadar ilmu mereka. Sungguh, Tuhanmu, Dia lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia pula yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk."
Komentar
Posting Komentar