Postingan

Menampilkan postingan dari 2026

Wishlistku Rev 1

*whishlist ini akan terus bertambah, bahkan sudah menikah pun, akan terus bertambah. Karena bosan itu ada, hambar itu ada, tapi salah satu usaha terkecil adalah melakukan hal baru, menambah wishlist atau pengalaman baru. Kita keluar bertemu dengan orang asing, mendengarkan potongan cerita mereka. Aku akan mengusir bosan dan hambar itu dengan berbagai cara. Aku usahakan rumah lebih hidup, bukan dengan mengganti isi di dalamnya, tapi dengan keluar bersama melakukan hal baru. *** Hai suami aku...  Dari lama ingin menulis ini, tapi kayaknya nggak perlu deh, tapi... Tapi... Kalau aku d masa depan, akan protes karena nggak aku tulis. Jadi, meskipun aneh dan receh, okay lah... Mari aku tulis... Suamiku, ini bener-bener hal aneh, cuma aku pengen. Hai, hai, bagi orang yang nggak pernah bahkan untuk jalan bersisian sekalipun, nggak pernah makan berdua dengan laki-laki yang aku suka. Jadi, bayangin ya, aku yang saat itu nonton drama, baca novel romantis, bisa sebagai referensi tapi aku menaha...

3 Aspek Sederhana yang Ingin Ada di Negara

Jika saja, aku bisa mengatur tatanan sebuah negara. Setiap kampus, aku masukkan mata kuliah wajib parenting dan pra nikah. Hp hanya bisa diakses dan memiliki di usia 17 tahun, tidak bisa di manipulasi, karena sistem dalam hp dapat mendeteksi itu. Buku mudah di dapatkan, bukan hanya di kota-kota besar, namun di desa akses buku mudah didapatkan dan rutin mendapatkan pembaruan buku (bukan terbitan lama). Tentu saja, buku ini bukan hanya terbitan milik pemerintah. Menghormati dan menghargai penulis dan percetakan dalam negeri (tentunya ada buku luar juga). Memang terlihat lambat. Seperti aku menananm benih, dan buahnya baru tumbuh 10 tahun mendatang. Parenting dan pra nikah, harusnya menjadi sebuah dasar bagi manusia sebelum membangun sebuah keluarga. Aku memikirkan keberlanjutan generasi mereka, karakter anak, pertumbuhan psikologi generasi mendatang. Keluarga sebagai, lingkungan terkecil, lingkungan pertama, ruang aman, pembentukan kebiasaan, sifat, karakter, pola pikir, yang mana akan m...

Binatang Ternak: 59

Hal kecil tapi terasa meleleh adalah, ketika dibangunin Allah, bukan alarm. Ketika bangun, merasa malas atau pegang hp, hati berkata: "eman lo..." Ya, eman sekali jika Allah sudah membangunkan, tapi diri ini melewatkan menyapa-Nya. Dibangunin tanpa aku minta, seolah Allah mengingatkanku. Salah satu bentuk kasih sayang terkecil dari-Nya. Dan rasa eman di hati, bagiku salah satu bentuk rizki. Bukankah, riziki bukan hanya berupa materi, tapi juga segala perasaan yang ada di hati. Hal-hal kecil yang kadang terlewatkan. Kasih sayang yang Allah tunjukkan melalui hal-hal sederhana, sangking sederhananya, hingga manusia tidak menyadarinya, karena manusia selalu melihat hal yang besar, sesuatu yang terlihat baru bisa merasakannya. Bukankah Allah selalu menyapa dalam keseharian, melalui hal kecil, tak terduga. Mencari ketenangan? Bukankah Allah sudah memberikan itu di waktu fajar. Di waktu, kebanyakan orang masih terlelap, dan kita yang ingin mencari ketenangan mendapatkan itu. Sepi bu...

Untuk Aku Pribadi, Dari Otakku

Sebelumnya, terima kasih untuk mediaku menulis, laptopku. Meskipun  dirimu benda mati, tapi sangat membantuku dengan cepat menulis apa yang ada diotakku ini. Dan juga, terima kasih telah menantiku untuk memegangmu dalam kondisi hidup, entah aku yang ketiduran sampai bangun-bangun masih hidup, atau hidup dari pagi sampai malam lagi aku yang menulis disela-sela pekerjaan rumahku. Emang, aku akui, dirimu 8 tahun bersamaku, pernah jatuh sampek ditindik wkwk direkatin lagi, pernah maraton 2 hari tanpa mati, PKL, skripsian, dibawa kesini sana, sampai sekarang, dirimu sangat setia bersamaku dan tangguh sekali. Jadi, terima kasih sudah menemaniku. Laptopku membalas: "terima kasih juga sudah sabar sama aku, dengan aku yang kondisi saat itu lemot, kritis, dan berbagai kendala, tapi kamu masih mempertahankan aku dan menemaniku." Iya, memang sih, aku akui, aku harus sabar menghadapimu yang lemot saat itu sampai dimarahin dosenku😆 Sudahlah.. kita sudahi percakapan aneh ini. Tapi, serius,...

Alur Buku Fiksi Sampai Buku Relasi Hubungan

Pertama kali bacaan bukuku itu buku fiksi. Aku baca karena aku suka. Aku baca karena ya aku menikmati buku tersebut. Saat itu, aku nggak tahu dampaknya, aku nggak tahu manfaatnya, nggak ada yang maksa atau menyuruhku untuk baca. Apakah karena kebiasaan orangtuaku yang suka baca? Tidak. Ibu tidak gemar membaca. Ibu lebih suka belajar melalui audio. Aku tidak melihat ibuku membaca atau beliau juga tidak menjadi teladan dalam kebiasaan membaca. Hanya saja, sejak kecil. Ibuku suka beli buku untukku. Hanya beli dan diberikan padaku. Aku masih bingung, bagaimana bisa orangtuaku yang tidak suka baca, tetapi memiliki anak jadilah aku yang sangat suka baca. Aku nggak pernah lihat ibu atau bapak membaca. Karena aku suka baca, buku paket sebelum waktunya diajar oleh gurupun sudah aku habiskan. Bahkan aku mencari disela-sela soal di buku mencari cerpen atau puisi. Dari sinilah. Aku bisa menarik benang merah bahwa, jika sejak kecil si anak sudah ditanamkan bahwa baca buku itu hal yang menyena...

Perasaanku Padamu, Perasaanmu Padanya, but I'm Still With You, Without Losing Myself

Duh, otakku bener-bener lagi rame... Berteriak ingin dikeluarkan.... Kali ini, Karena, kamu hadir ketika aku sudah mengenal diriku. Dari awal, secara garis besar, aku tahu apa yang akan terjadi, apa yang aku rasakan. Maka, titik awal terjadi kejadian 14 Agustus 2024 itu. Aku bertanya itu, sebenarnya untuk diriku dan untuk memberi tahu kamu kemungkinan yang akan terjadi padaku, disisi lain aku memberikan batasan karena aku ingin ngasih tahu, aku nggak seperti ini ke semua orang. Dari awal, aku sadar dan aku tahu apa yang akan terjadi padaku jika aku ngobrol sama kamu. Masalahnya adalah orangnya itu kamu, bukan orang lain. Atas semua yang terjadi di masa lalu, orang-orang yang aku jumpai di masa lalu. Aku mengenal polaku. Aku tahu seperti apa yang aku butuhkan. Aku tahu, aku suka yang seperti apa. Aku tahu, kemungkinan apa yang akan terjadi jika aku bertindak ini, risikonya apa, kemungkinan apa yang terjadi, kemungkinan yang aku rasakan apa. Aku punya gambaran kasarnya. Maka, muncullah p...

Menulis Saat Hujan, Segelas Kopi di Ranu

Kali ini, aku menulis di tempat favoritku, di tempat duduk yang sama. Memesan menu dan kopi yang sama. Playlist lagu tempat ini, cocok ditelingaku. Yah, aku sudah nyaman dengan tempat ini. Sudut ini dari segala sisi. Hingga membuatku kembali lagi dan lagi. Belajar di sini, nulis di sini. Tapi, nggak boleh sesering itu, boleh sesekali. Aku bingung... Aku bukan bingung mau nulis apa. Karena banyak yang ingin aku tulis hingga aku bingung, tulisan mana dulu, bagain mana dulu yang menjadi pembuka buku yang ingin aku buat. Semua kejadian, semua pesan yang ingin aku sampaikan di buku yang ingin aku buat, seolah mengetuk pintuku secara serempak. Jadi, aku bingung, mana dulu ni yang aku tuliskan. Sehingga, sepertinya sementara ini, aku menulis mereka menjadi beberapa bagian. Yang penting otakku ini nggak rame. Dan aku menuliskannya, struktur bahasa atau entah bagimana bagus atau tidaknya, masalah itu bisa diperbaiki. Berarti, aku harus mengumpulkan semua jadi satu, aku buat strukturnya per bab,...

Keanekaragaman hayati: Flora dan Fauna dalam Rumah

     Pagi hari, ditemani segelas kopi yang semalam lupa belum dimunum, dengan orketsa kicauan burung dan ayam berkokok. Rasanya, aku ingin sekali menulis di luar. Pagi hari, menanti mentari, kulit bersentuhan dengan embun. Aku hanya membayangkan, namun rasa-rasanya udah tahu perasaan itu. Rasanya menyenangkan, dopamin dari alam bermunculan, energi dari alam aku serap.      Melalui kicauan burung, seolah alam ingin didengarkan. Melalui tetesan embun di rumput, seolah alam ingin aku sentuh. Tiba-tiba, ingin sekali menanam bunga matahari lagi, yang usianya hanya satu siklus itu. Berbeda dengan bunga yang lain. Bunga matahari, aku harus menanamnya dari benih lagi, menanti ia tumbuh. Ingin sekali punya lotus, tapi punya bijinya, harus bersabar dan usaha untuk numbuhin mereka. Dari biji, aku benar-benar belajar sabar, sama seperti merawat benih lelenya Pak Fajar.      Suatu energi, sumber energi yang murah, tanpa mengeluarkan biaya, tapi tubuh dan ...

4 Musim yang Kamu Miliki

     Hidup sampai hari ini, dengan semua yang ada pada diri sendiri, terbentuk melalui kumpulan dari berbagai kejadian. Menjadi sebuah pemikiran, pengambilan keputusan, cara pandang, karakter dan segala yang ada pada diri sendiri. Tentunya, setiap orang berbeda, kisahnya berbeda mempengaruhi keunikan tiap masing-masing individu. Adanya keunikan, bukan hanya dari sisi baiknya saja, bukan hanya dari kelebihannya saja, tentunya dengan kekurangan yang dimiliki.      Benar bahwa, aku belum sepenuhnya mengetahui kekurangan kelebihan yang kamu miliki. Namun, aku ingin kamu tahu bahwa, semua kisah itu adalah bagain dari dirimu, pun kekurangan itu. Tentu, setiap orang pasti memiliki kekurangan, tapi yang membuat berbeda adalah kamu ada usaha untuk tumbuh, kamu manusia 20% itu, kamu mau belajar.      Aku ingin, kamu tidak harus menghapus kekurangan itu. Manusia ingin menjadi yang lebih baik dari kemarin. Iya, aku setuju. Hanya saja, aku ingin kamu teta...

Labyrinth

Emmm... Hem.... Singkatnya: Aku ingin dia lihat, tapi aku nggak ingin dia lihat (aku malu😑). Tapi juga lucu. Dalam kotak itu, It's like i've gone back to my teenage years, I'm making things with my own hands and decorating. It's a small thing, but it makes me feel like a teenager again. I've just realized, that falling in love as a teenager, Means not worrying about all those things, like gaslighting, avoidant or anxious and all the other terms in relationship psychology. When you fall in love as a teenager, You just feel it, enjoy every emotion that comes your way. I think that's what makes those feelings pure, innocent, and free from complications. I want to love you in simple way. I want to love you without worrying about many things. I feel every emotion that comes my way, admire you, do little things for you, love you without all the "buts". Little things like making a playlist for you, menyimpan sesuatu tentangmu dalam buku harianku (bahkan stik...

Ramuan Instan Melupakan

Kisah cinta Rin ke Altan, yang mana si Rin masih obses dengan Altan meskipun Altan sudah meninggal. Aku selalu gemas, setiap kali adegan bayangan Altan muncul lagi. Sampai seris ke 2, jatuhnya si Rin ini bukan cinta tapi obses. Hai Rin... Kamu mau mendengarkan ceritaku?