Binatang Ternak: 59

Hal kecil tapi terasa meleleh adalah, ketika dibangunin Allah, bukan alarm.
Ketika bangun, merasa malas atau pegang hp, hati berkata: "eman lo..."
Ya, eman sekali jika Allah sudah membangunkan, tapi diri ini melewatkan menyapa-Nya. Dibangunin tanpa aku minta, seolah Allah mengingatkanku. Salah satu bentuk kasih sayang terkecil dari-Nya. Dan rasa eman di hati, bagiku salah satu bentuk rizki. Bukankah, riziki bukan hanya berupa materi, tapi juga segala perasaan yang ada di hati.

Hal-hal kecil yang kadang terlewatkan. Kasih sayang yang Allah tunjukkan melalui hal-hal sederhana, sangking sederhananya, hingga manusia tidak menyadarinya, karena manusia selalu melihat hal yang besar, sesuatu yang terlihat baru bisa merasakannya. Bukankah Allah selalu menyapa dalam keseharian, melalui hal kecil, tak terduga.

Mencari ketenangan?
Bukankah Allah sudah memberikan itu di waktu fajar. Di waktu, kebanyakan orang masih terlelap, dan kita yang ingin mencari ketenangan mendapatkan itu. Sepi bukan berarti sendiri. Sunyi bukan berarti kosong. Udara sejuk. Dunia belum terasa ramai, karena aktivitas. Terasa lambat, tapi juga tidak ingin cepat berlalu. Terlalu eman jika terlewatkan.

Aku belajar dari A Helwa, dalam bukunya Secrets of Divine Love, intinya dari buku itu bahwa Allah begitu dekat, sangat dekat. Allah selau hadir, ketika ada orang yang memberikan bantuan kepada kita tanpa duga, Allah memberikan kasih pada orang asing itu. Allah Maha Memberi, tanpa duga, kadang tanpa harap, kita mendapatkan riziki materi dari hal yang tidak kita sangka. Dalam buku itu, manusia menjadi menifestasi dari sifat-sifat Allah.

Maka, manusia sebenernya bisa memilih, mau atau tidak mejadi manifestasi dari sifat-sifat Tuhan tersebut. Misal, aku memberikan sesuatu kepada orang, bahkan orang yang tidak aku kenal sekalipun, itu Allah yang menggerakkan hatiku, sesuatu yang aku beri itu juga dari Allah, bukan aku. Sesuai dengan dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
Sebenernya, apa lagi yang perlu dikhawatirkan oleh manusia di dunia yang seluas ini, sesingkat ini, jika Allah selalu datang dengan cara-Nya, sedekat itu.

Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut, tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahui-Nya, tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering yang tidak tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuz).
Melalui firman dari-Nya, tidak ada keraguan sedikitpun.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudut Perpustakaan

Wishlist Buku Favoritku

Resep Segelas Caramel Macchiato